ANGGAPAN YANG MENYESATKAN

Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada
di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena istriku.”
(Kejadian 20:11)

Semua lelaki berhidung belang. Tak bisa dipercaya,” begitulah
anggapan Rina selama ini. Setelah menikah, anggapan menyesatkan ini
membuatnya jadi gampang curiga pada suaminya. Diam-diam ia suka
memeriksa isi dompet suami, membaca semua SMS-nya, dan memeriksa
baju yang baru dipakainya. Pada jam istirahat siang, sering Rina
datang ke kantor suaminya untuk memantau apa yang sedang ia lakukan.
Hatinya selalu bertanya, “Adakah tanda-tanda suamiku selingkuh?”
Sikap janggalnya justru membuat mereka berdua sering bertengkar.
Relasi keduanya pun makin terpuruk.

Anggapan menyesatkan bisa meracuni pikiran dan membuat kita salah
bertindak. Lihatlah Abraham! Ketika memasuki daerah kekuasaan
Abimelekh, Raja Gerar, ia menganggap raja ini orang jahat yang tidak
takut akan Allah (ayat 11). Pikirnya, jika Raja tahu Sara itu
istrinya, pasti ia akan dibunuh dan Sara akan diperistri. Anggapan
keliru ini membuat Abraham dan istrinya salah bertindak. Mereka
berbohong. Raja diberi tahu bahwa Sara bukan istri Abraham,
melainkan saudaranya. Hasilnya? Kebohongan itu justru membuat Raja
berniat memperisteri Sara, karena mengira ia belum bersuami!
Anggapan mereka yang keliru membuat situasi jadi tambah runyam,
padahal Raja ternyata tak sejahat yang mereka bayangkan. Syukur
Allah campur tangan menyelesaikan masalah itu.

Apakah Anda suka berprasangka negatif terhadap orang lain?
Berhati-hatilah! Anggapan menyesatkan bisa mendorong Anda berbuat
salah, bahkan dosa. Lebih baik belajarlah berpikir positif terhadap
sesama _JTI

PRASANGKA NEGATIF MEMBUTAKAN,
MEMBUAT PERBUATAN BAIK ORANG TAMPAK SEBAGAI KEJAHATANKejadian 20:1-14

1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap
antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
2. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia
saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu
mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena
perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
4. Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan!
Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
5. Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan
perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini
kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
6. Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga,
bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka
Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab
itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
7. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang
nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi
jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati,
engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”
8. Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan
memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat
takutlah orang-orang itu.
9. Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya:
“Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan
apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan
dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal
yang tidak patut kepadaku.”
10. Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “Apakah maksudmu, maka engkau
melakukan hal ini?”
11. Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di
tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.
12. Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak
ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
13. Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku,
berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku,
yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita
tiba: Ia saudaraku.”
14. Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba
laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada
Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.

Pos ini dipublikasikan di Spiritual dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s