77 Kebenaran Yang Hakiki Dalam Pelayanan

Kunci-Kunci Menuju Kepemimpinan Berhati Hamba Dr. Larry Keefauver

Daftar Kebenaran

“Sebab ajaran harus di atas ajaran, ajaran di atas ajaran; baris di atas baris; di sini sedikit dan di sana sedikit” (Yesaya 28:10)

  1. Sebuah pelayanan ada untuk melayani, bukan untuk dilayani.
  2. Sebuah pelayanan ditetapkan oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya, bukan oleh program.
  3. Dalam pelayanan, jiwa-jiwa lebih penting dibandingkan kebijakan.
  4. Dalam pelayanan, kadang-kadang hubungan lebih penting daripada menjadi benar.
  5. Pertumbuhan dalam pelayanan diukur melalui apa yang diberikan bukan apa yang diperoleh.
  6. Pelayanan adalah sebuah tim bukan berpusat pada seseorang.
  7. Tanpa visi, pelayanan hancur.
  8. Pelayanan menginvestasikan uang ke dalam Kerajaan Allah dan bukan untuk membangun kerajaan manusia.
  9. Pelayanan tidak pernah menjamah kemuliaan Allah.

10.  Pelayanan adalah karunia bukan milik.

11.  Tanda dari pelayanan yang sejati adalah kasih bukan kekuasaan, keberhasilan atau besarnya pelayanan itu.

12.  Ruangan kelas yang terbaik dalam pelayanan adalah hati yang remuk. Hati yang remuk adalah uang kuliah yang dibayar orang-orang untuk diperlengkapi. Allah hanya dapat memakai alat yang sudah remuk.

13.  Kesombongan adalah penyebab kehancuran pelayanan.

14.  Allah adalah satu-satunya sumber pelayanan.

15.  Tali tiga ganda dari pelayanan adalah integritas, kesetiaan dan kejujuran.

16.  Pelayanan menemukan hati yang luka dan menyembuhkannya; menemukan kebutuhan dan mencukupinya.

17.  Pelayanan bersifat proaktif bukan reaktif.

18.  Pelayanan menghabiskan waktu untuk menyalakan api; bukan memadamkannya.

19.  Pelayan harus senantiasa berkurang, Yesus harus senantiasa bertambah.

20.  Pelayanan dikerjakan secara luar biasa untuk memuliakan Kristus.

21.  Pelayanan menabur benih yang baik ke tanah yang subur di pelayanan lainnya.

22.  Pelayanan dimotivasi oleh panggilan bukan beban.

23.  Bila Allah ada dalam sebuah ide, maka ada resiko yang harus ditanggung pelayanan.

24.  Pelayanan dibangun berdasarkan ide-ide dari Allah, bukan ide-ide yang baik.

25.  Aset terbesar dalam pelayanan adalah jiwa-jiwa.

26.  Dalam pelayanan, uang adalah sarana bukan tujuan.

27.  Pelayanan menggunakan praktek-praktek bisnis yang baik, namun pelayanan bukanlah bisnis.

28.  Pelayanan mengasihi manusia dan memanfaatkan sarana; bukan mencintai sarana dan memanfaatkan manusia.

29.  Dalam pelayanan, motivasi yang benar menghasilkan hasil yang benar.

30.  Pelayanan menghitung harga sebelum membangun sesuatu.

31.  Pelayanan mengijinkan program-program yang telah kehilangan efektivitasnya untuk mati.

32.  Tanpa hati yang murni, orang-orang melayani pelayanan dan bukan melayani Allah.

33.  Dalam pelayanan, pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat di tangan orang berhikmat yang saleh.

34.  Anda akan tergoda untuk mengorbankan isteri dan keluarga Anda di mezbah pelayanan.

35.  Pelayanan tidak pernah dapat memberi apa yang tidak dimilikinya.

36.  Pelayanan tidak dapat memberi apa yang tidak dapat disampaikannya.

37.  Sasaran pelayanan adalah menjadi seperti Yesus, bukan seperti pelayanan lainnya.

38.  Pelayanan taat kepada kehendak Allah dalam Firman Allah, dengan caranya Allah dan dalam waktunya Allah untuk kemuliaan Allah.

39.  Tanpa doa, pelayanan tidak dapat melakukan apa pun juga.

40.  Pelayanan menolak untuk mendominasi, memanipulasi atau mengintimidasi orang.

41.  Allah memberikan sebuah visi pelayanan kepada seseorang; banyak visi memecah-belah pelayanan.

42.  Tanpa kesatuan, pelayanan goncang dan hancur.

43.  Kuasa dalam pelayanan diberikan oleh Roh Kudus, bukan muncul dari keperkasaan atau kekuatan daging.

44.  Dalam pelayanan, bila Anda bersalah: akuilah, berhentilah melakukan kesalahan itu dan lupakanlah.

45.  Pelayanan yang benar-benar mengasihi jiwa-jiwa menerapkan disiplin dan koreksi disertai rahmat dan keadilan.

46.  Hamba-hamba Tuhan harus menjaga hati dan lidah mereka, mengucapkan kehidupan dan bukan kematian.

47.  Pelayanan menolak untuk menghakimi atau mengkritik orang lain.

48.  Pelayanan menyampaikan kebenaran di dalam kasih.

49.  Dalam pelayanan, promosi datang dari Allah bukan dari manusia atau diri sendiri.

50.  Mereka yang mencari kedudukan dalam pelayanan tidak berjumpa dengan Allah.

51.  Standar pelayanan adalah kekudusan.

52.  Buku pedoman yang terbaik bagi pelayanan telah ditulis — Alkitab.

53.  Khotbah terbaik dari seorang hamba Tuhan adalah ketika khotbah itu dipraktekkan bukan dikhotbahkan.

54.  Lima pusat pelayanan adalah Kristus, perjanjian, panggilan, keyakinan dan salib.

55.  Integritas adalah apa yang dilakukan di balik layar dalam pelayanan ketika kamera dan mikrofon dimatikan.

56.  Masa depan sebuah pelayanan tergantung pada apa yang ditabur sekarang ini.

57.  Pelayanan menghabiskan waktu untuk membangun berdasarkan kekuatan yang ada dan bukan menutupi kelemahan.

58.  Tanpa kerajinan pelayanan goncang; tanpa istirahat pelayanan menjadi jenuh.

59.  Allah memimpin pelayanan melalui langkah-langkah dan perhentian.

60.  Kekuatiran tidak pernah menyelesaikan masalah dalam pelayanan.

61.  Prinsip-prinsip yang Alkitabiah adalah landasan dimana pelayanan berdiri.

62.  Pelayanan adalah sebuah organisme bukan organisasi.

63.  Pelayanan memperlengkapi dan melepas orang-orang untuk melayani.

64.  Pelayanan mencakup orang Yahudi dan orang kafir.

65.  Pelayanan berarti mengutarakan nama: mengucapkan nama Yesus dalam setiap kesempatan.

66.  Yang utama dalam pelayanan adalah: keselamatan, kesembuhan dan kelepasan; utamakanlah terus yang utama.

67.  Pelayanan melahirkan Ishak bukan Ismael.

68.  Pelayanan merupakan sukacita bukan pekerjaan.

69.  Posisi dan promosi mengikuti dan tidak pernah mendahului keringat, ketekunan, aniaya dan kesabaran.

70.  Kesetiaan dalam perkara kecil adalah tangga ke tingkat yang lebih tinggi ke mana Allah memimpin Anda.

71.  Kerjasama tim mencakup bekerja bersama orang-orang yang seringkali sangat berbeda dengan Anda. Bila mereka yang di sekitar Anda persis seperti Anda, maka seseorang (mungkin Anda) tidak dibutuhkan lagi.

72.  Motivasi utama dalam pelayanan bukanlah aspirasi; motivasi utamanya adalah tindakan yang menaati dua kata yang diucapkan Yesus kepada masing-masing dari kita, “Ikutlah Aku!”

73.  Apa pun pelayanan itu, setiap pelayanan hanya memiliki sebuah inti: jiwa-jiwa diselamatkan.

74.  “Orang Kunci” dalam pelayanan mungkin seorang wanita: Allah tidak membeda-bedakan orang.

75.  Ada sesuatu yang melampaui gereja yang digerakkan oleh sebuah tujuan — gereja yang digerakkan Roh!

76.  Perlengkapan yang terbaik untuk mempertahankan hidup dalam pelayanan adalah komunitas yang terikat janji.

77.  Pelayanan berarti siap menerima kehadiran Allah!

Pos ini dipublikasikan di Hei pelayan Tuhan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s