SEMOGA KAU TERIMA PENGABDIAN KU

ANNA mengangkat tangan kiri JOHN, yang kini terlipat di atas dada JOHN,
Lalu ia mendekap & meremas tangan itu di dadanya & dengan lembut membelainya..

Dengan perlahan2 jari jemari tangannya yang lembut menelusuri lekuk2 garis tangannya yang sudah termakan usia,
Seolah2 mengenang semua yang pernah dirasakannya..
Dia menutup matanya,
Mengenang sensasi yang sedang dirasakannya & menguncinya rapat2 di dalam hatinya yang tidak akan pernah dilupakannya..

Lalu dibukanya matanya & meraba satu persatu jari jemari laki2 yang berbaring di depannya..
Ketika tangannya menyentuh jari manisnya yang dilingkari Cincin Kawin Emas,
Dia berhenti sejenak,
Pikirannya mengembara ke tempat & waktu lainnya..

Kepalanya tertunduk & dengan lembut dia memberikan Ciuman Perpisahan yang terakhir
“Semoga aku telah melayanimu dengan Baik, Kekasihku” Bisiknya..
Kata2 ini bukan mencerminkan Sikap Tunduknya,
Tapi lebih sebagai Kekuatan, Keharuan & Kesetiaan yang dia tawarkan secara Bebas &
Pengetahuan tentang Hakikat CINTA SEJATI ANNA dalam hidupnya &
Cinta Laki2 yang ada di hadapannya dalam hidup ANNA..

Mereka saling mengagumi satu sama lain selama 40 tahun Pernikahan mereka..
Sekarang dia telah pergi..
Meninggalkan ANNA untuk selamanya..

Mereka adalah Pasangan yang diikat bersama oleh waktu & Pengalaman yang mereka alami bersama &
Sebuah janji untuk menghormati Komitmen mereka dalam saat2 Indah, saat2 Sedih, dalam setiap saat..
PASANGAN JIWA, begitulah mereka menamakan diri mereka berdua..

ANNA percaya dengan segenap hatinya, bahwa pasti ada SURGA di atas sana..
Bagaimanapun juga, disana, dia akan Bersatu kembali dengan Jiwa laki2 yang dicintainya dengan begitu mendalam sepanjang hayatnya..
Laki2 yang tubuhnya kini berbaring diam & membisu didalamnya..

Menyaksikan Perpisahan yang Sunyi ini,
Saya hanya dapat membayangkan betapa dalam Kehilangan yang sedang melanda Hati ANNA..
Sekarang dia kelihatan semakin tegar oleh Kekuatan & Kepercayaan dalam dirinya sendiri..
Dengan derai air mata yang kini memenuhi mata & wajahnya yang lembut & damai itu,
Dia berbalik & melangkah menjauh dari Peti Jenasah Mendiang Suaminya..

PENGABDIAN & PELAYANAN adalah Anugerah Berharga & Mulia dari Sebuah Perasaan yang mendalam..

(GIFTS of the HEART)

Pos ini dipublikasikan di Cerita dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s