MENGHORMATI ALLAH

Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang
demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni
menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan (1 Samuel24:7)

Daud adalah orang yang sangat menghormati Tuhan. Ini terbukti saat
ia membiarkan Saul raja yang diurapi Tuhan tetap hidup, meski ia
berkesempatan membunuh Saul. Sesungguhnya itu adalah kesempatan emas
untuk membunuh Saul, yakni ketika ia membuang hajat di sebuah gua,
sedang Daud dan orang-orangnya berada di bagian belakang gua itu
(ayat 4). Namun, Daud tidak melakukannya meski ia sudah bisa
memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.

Daud tahu Saul banyak berbuat jahat kepadanya. Ia tahu Saul berniat
membunuhnya. Ia tahu Saul menjadikannya buronan yang hidup
menderita. Namun Daud tidak mau membunuh Saul karena ia memandang
Tuhan. Ini bukan satu-satunya kesempatan bagi Daud untuk membunuh
Saul. Ia juga mendapat kesempatan lagi untuk membunuh ketika Saul
berkemah di bukit Hakhila saat mengejar Daud. Namun, sekali lagi
Daud menghargai Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan (1 Samuel
26:9). Daud tidak mau membunuh Saul. Daud bahkan tidak bersukacita
ketika mendengar Saul mati. Sebaliknya, ia berdukacita.

Bagi Daud, Saul bukan pemimpin yang baik. Akan tetapi, Daud
menghormati Allah, yang memiliki otoritas atas terpilihnya Saul.
Dalam hidup kita sehari-hari, hal ini memang tak mudah diterima,
apalagi jika kita memang berada di posisi yang benar, sementara
pemimpin kita telah berlaku tidak benar dan tidak adil.
Bagaimanapun, kita harus menghormati Allah yang berdaulat memilih
orang-orang yang diurapi-Nya. Setidaknya kesadaran ini akan
menghindarkan kita dari keinginan untuk bertindak dengan cara kita
sendiri yang tidak sesuai dengan perkenan Allah

MENGHORMATI ALLAH BERARTI
MENGHARGAI JUGA ORANG YANG DIPILIH-NYA

1 Samuel 24

1. (24-2) Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu,
diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di
padang gurun En-Gedi.”
2. (24-3) Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari
seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di
gunung batu Kambing Hutan.
3. (24-4) Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana
ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi
Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
4. (24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari
yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan
musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang
kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul
dengan diam- diam.
5. (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah
memotong punca Saul;
6. (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan
Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian
kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia,
sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.”
7. (24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia
tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul
telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.
8. (24-9) Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan
berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul
menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan
sujud menyembah.
9. (24-10) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: “Mengapa engkau
mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya
Daud mengikhtiarkan celakamu?
10.(24-11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa
TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu;
ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku
merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah
tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.
11. (24-12) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu
dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca
jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan
kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan
pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau,
walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.
12. (24-13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau,
TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan
memukul engkau;
13. (24-14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang
fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.
14. (24-15) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah
yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!
15. (24-16) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan
antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya,
memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan
melepaskan aku dari tanganmu.”
16. (24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada
Saul, berkatalah Saul: “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah
itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
17. (24-18) Katanya kepada Daud: “Engkau lebih benar dari pada aku,
sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku
melakukan yang jahat kepadamu.
18. (24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah
melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku
ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.
19. (24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya
dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu
kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.
20. (24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti
menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam
tanganmu.
21. (24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa
engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan
menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.”
22. (24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian pulanglah
Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu
gunung.

Pos ini dipublikasikan di Renungan harian dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s