Rohani


Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menjawab doa mu.
Karena Ia menyertai mu.Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberimu damai sejahtera-Nya.
Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.
Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.
Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.
Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.
Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.
Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.

Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.

Seorang wanita bernama Frances berkenalan dengan seorang pemudi bernama Debbie di gereja. Debbie selalu kelihatan gembira dan senang, meskipun Frances mengetahui bahwa Debbie menghadapi banyak masalah di kehidupannya. Perkawinan yang lama ditunggunya secara cepat menjadi sebuah perceraian.
Dia harus berjuang sendiri dalam kehidupannya. Dia tidak memilihnya, tetapi dia memutuskan bahwa dia harus hidup menikmati sepenuhnya. Debbie aktif di sekolah minggu, dalam paduan suara dan sebagai pemimpin di kelompok gadis-gadis remaja di gerejanya. Frances sangat senang mengenal Debbie. Wajah Debbie selalu kelihatan gembira dan dia selalu menyapa Frances dengan pelukan.

Suatu hari Frances bertanya kepada Debbie, “Bagaimana kamu selalu gembira, selalu memiliki energi dan tidak pernah patah semangat ?”

Dengan mata bersinar, Debbie berkata,” Saya mengetahui rahasianya!”

“Apa rahasia itu? Apa yang kamu bicarakan ? ” tanya Frances.

Debbie menjawab, “Saya akan mengatakannya padamu semuanya, tetapi kamu harus berjanji untuk membagikannya kepada yang lainnya..”

Frances setuju, “Ok, sekarang apakah itu ?”

“Saya telah belajar bahwa hanya sedikit yang dapat saya kerjakan dalam hidup saya yang akan membuat hidupku menjadi bahagia. Saya harus bergantung pada Allah untuk membuat hidupku bahagia dan memenuhi kehidupanku. Ketika kebutuhan meningkat dalam kehidupanku, Saya harus percaya kepada Allah, bahwa Dia sanggup memenuhi menurut kekayaanNya. Saya telah belajar banyak bahwa saya tidak membutuhkan setengah dari yang saya pikirkan. Dia tidak pernah membuat saya terjatuh. Sejak saya belajar rahasia itu saya menjadi bahagia.”

Frances berpikir bahwa itu sangat sederhana. Tetapi ketika dia bercermin dalam hidupnya, saat dia berpikir dengan memiliki rumah yang besar akan bahagia, ternyata tidak. Saat dia berpikir memiliki gaji yang besar akan membuatnya bahagia, ternyata juga tidak. Kapan dia merasakan kebahagiaan itu? Yaitu saat duduk di lantai bersama cucunya , menikmati pizza sambil menonton film, merupakan hadiah dari Allah.

Debbie mengetahui rahasia itu, Frances telah belajar rahasia itu, dan anda sekarang mengetahuinya juga. Kita tidak dapat bergantung pada orang untuk membuat kita bahagia, hanya Allah dalam segala hikmatnya. Percaya padaNya. Dan sekarang saya memberikan rahasia itu kepada anda.

Maka anda sudah mengetahuinya, apa langkah selanjutnya?

Anda harus membagikan kepada orang lain juga.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s